Viral Aplikasi Penghasil Uang Aplikasi Tiktok Cash

Viral Aplikasi Penghasil Uang: Aplikasi Tiktok Cash

Viral Aplikasi Penghasil Uang: Aplikasi Tiktok Cash

Hiruk pikuk program TikTok Cash di kelompok netizen langsung mengundang perhatian pemerintahan Indonesia. Digadang-gadang bisa mendapatkan uang dengan instant, program ini sah dikunci karena dipandang melanggar ketentuan. Baca bukti TikTok Cash berikut!

Apa Itu Aplikasi Tiktok Cash ?

TikTok Cash adalah suatu aplikasi yang mana menjanjikan beberapa uang ke pemakainya. Triknya juga benar-benar gampang, pemakai cukup melihat beberapa content di basis TikTok. Program ini mengeklaim dianya sebagai basis yang hendak menyambungkan TikTok dengan ekonomi selebritik internet.

Detilnya, beberapa pemakai ditugaskan untuk ikuti beberapa account, memberinya like, lalu ditujukan pada link untuk melihat video yang terhidang dalam basis TikTok. Nanti, pemakai disuruh menyertakan screenshot pekerjaan yang sudah dilaksanakan untuk selanjutnya mengantongi rupiah yang menarik. Nanti, saldo ini akan dicairkan ke rekening bank pemakai yang berkaitan.

Saat sebelum dapat menyerok untung dari basis itu, pemakai TikTok harus lebih dulu bayar ongkos keanggotaan. Bahkan juga, pemakai disuruh memberinya beberapa data personal.

Ada banyak paket keanggotaan yang berjalan, dimulai dari ‘pekerja sementara’ pada harga Rp 89.000 yang mempunyai masa aktif delapan hari dan paket ‘general manager’ dengan harga Rp 49.999.000 dengan masa aktif pekerjaan 365 hari.

Tidak cuman dari melihat video, pemakai TikTok Cash akan mendapatkan bonus yang semakin banyak bila mereka dapat mengambil anggota baru (downline) memakai code referal. Dalam kata lain, bonus bertambah banyak saat mereka sukses mengambil anggota baru nanti.

Ini kelihatannya sudah sukses menangkap banyak kelompok. Beberapa pemakai akui uang Rp500 ribu yang mereka ganti dengan keanggotaan itu semakin bertambah jadi Rp1 juta dalam waktu 3 hari.

Ramai dibicarakan, faksi TikTok Indonesia juga mulai bicara. Mereka mengonfirmasi jika TikTok Cash bukan service yang terafiliasi dengan perusahaan asal dari Tiongkok itu. TikTok juga menghimbau beberapa pemakainya di Tanah Air supaya janganlah sampai termakan rayu bujuk berbentuk apa saja.

Tanggapan Pihak Tiktok Cahs Terkait Berita yang Ada

Pihak Tiktok sendiri mengklaim dan membuat komitmen untuk data pemakainya tetap aman. Belakangan ini, kami ketahui jika ada website yang memakai nama TikTok dan minta uang dari pemakai. Situs Situs, partner, dan kegiatan ini benar-benar tidak terafiliasi dengan TikTok. Kami tidak akan pernah minta uang kepada Anda,” catat TikTok lewat account Instagram resminya.

“Semoga teman-teman bisa selalu menjada kehati-hatian dan agar tetap cermat! Yuk dapat yuk kita tahu yang mana betulan yang mana bohongan??? Masih tetap aman!,” tambahnya.

Sesudah meneliti pola yang diaplikasikan TikTok Cash, Kewenangan Jasa Keuangan bergerak dan mempelajari program ini. Diduga ada money games dan ke arah pada investasi bodong, OJK menyampaikannya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan minta supaya website ini selekasnya dikunci. Ini untuk menahan kekuatan rugi yang bisa jadi dirasakan pemakai di periode kedepan.

Menyikapi laporan OJK, Kominfo sah memblok situs TikTok Cash dengan argumen penutupan “transaksi bisnis electronic yang menyalahi hukum”. Walau sudah sah dikunci, situs TikTok Cash ternyata bisa dibuka dengan penampilan berbahasa Mandarin.

Saat buka homepage, dipasang informasi yang menjelaskan jika sekarang ini TikTok Cash sedang terserang oleh beberapa faksi secara anonim. Dalam informasi itu TikTok Cash mengeklaim jika program mereka legal dan aman. Mereka siap juga buka data pada pemerintahan bila itu dibutuhkan untuk jamin kelegalan situs mereka.

Saat sebelum dikunci, sempat ada informasi atas nama perusahaan pusat Tiktok Cash Asia Pasific. Pesan berisi loyalitas Tiktok Cash untuk mempromokan media video pendek Tiktok dan reputasi di kelompok selebritis internet Indonesia.

“Sayang, kami tetap harus memberitahukan kepada semua anggota yang memberikan dukungan kami mengenai informasi palsu yang belakangan ini datang dari kompetitor kami. Kompetitor yang tidak dikenali ini pertama kali coba serang server basis kami, secara anonim memberikan laporan kami pada pihak berwajib dan habiskan dana untuk menebar informasi negatif palsu mengenai perusahaan kami di media arus khusus di Indonesia,” tutur Tiktok Cash.

“Saat informasi ini dikeluarkan, departemen hukum perusahaan kami sudah membuat team untuk menangani kasus ini. Kami akan bekerja bersama dengan departemen penegak hukum di Indonesia untuk mendapati pemicu dibalik monitor dan menyelidik siapakah yang membuat informasi palsu dan akan dipertanggung jawab atas pencemaran nama baik perusahaan kami.

Saya katakan Terima Kasih ke semuanya yang memberikan dukungan Tiktok Cash sejauh ini, dan janji untuk jadikan TikTok Cash makin baik dan semakin sukses.” ujarnya.

Aplikasi Lain yang Seperti Kasus Tiktok Cash

Saat sebelum ramai TikTok Cash, ternyata telah ada program sama yang tawarkan pola raih keuntungan dengan melihat video. Seperti pada tahun lalu di Tiongkok, program Zynn ada dengan tujuan melihat video pendek berupa portrait.

Program itu bayar pemakai untuk mendaftarkan, melihat video, dan memberikan keyakinan seseorang untuk ikuti cara sama agar mengantongi keuntungan. Pemakai diharuskan untuk menyerahkan info individu seperti account Google, Facebook, Twitter, dan nomor handphone.

Di Indonesia sendiri, program Vtube garapan PT. Future View Tech sudah dikunci pemerintahan karena mengaplikasikan pola ponzi atau penawaran keuntungan dengan gampang. VTube mengeklaim akan memberinya komisi untuk customer cukup dengan melihat beberapa video iklan yang ada di platformnya.

Rekan mudah-mudahan info hal Aplikasi TikTok Cash ini membuat Anda makin waspada dan tidak tertarik dengan janji kaya secara instant.