Saham WMUU Belum Menarik Perhatian Meski Tumbuh Ratusan Persen

Saham WMUU Belum Menarik Perhatian Meski Tumbuh Ratusan Persen

Saham WMUU Tumbuh Ratusan Persen namun Belum Menarik Perhatian

Nasib PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) tidak sebagus beberapa emiten yang lain melantai di Bursa Dampak Indonesia (BEI) tahun ini. Listing di BEI pada 2 Februari 2021 pada harga pertama Rp 180 per saham, sekarang selembar saham WMUU di pasar cuman dipandang sekitaran Rp 170.

Walau sebenarnya, secara esensial, emiten bidang poultry yang ini termasuk bagus. Performa keuangannya bisa tumbuh positif di tengah-tengah wabah Covid-19. Sementara di saat bertepatan, lumayan banyak emiten yang terseok-seok hadapi imbas jelek wabah corona.

Lihat saja catatan performa WMUU di kwartal pertama 2021. Pemasaran bersihnya melonjak 110,60% secara year on year (yoy) jadi Rp 597,43 miliar. Sementara keuntungan bersih masa jalan yang bisa diatribusikan ke pemilik substansi induk terbang 115,49% (yoy) jadi Rp 39,78 miliar.

WMUU sedang ada dalam model pengembanganf yang dapat menyokong perkembangan performa keuangannya di depan. WMUU saat ini sedang konsentrasi menuntaskan beberapa pengembangan organik untuk mengangkat kemampuan produksi. Selama ini, semua jadwal itu sedang berjalan sama sesuai gagasan.

Widodo Makmur tengah membuat pabrik pakan ternak atau feedmill di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Lantas ada rumah potong ayam (RPA) dan peternakan ayam pedaging di Cianjur, Jawa Barat. Di Pracimantoro, Wonogiri. Jawa tengah, Widodo Makmur tengah membuat peternakan ayam pedaging.

Nashrullah Putra, Riset Samuel Sekuritas menulis, karena pengembangan-ekspansi itu, tahun ini kemampuan produksi RPA WMUU akan semakin bertambah jadi 150.000 ton /tahun. Sementara kemampuan produksi feedmill yang hendak dipunyai sebesar 918.000 ton /tahun.

Saham WMUU

  1. Harga karkas lebih stabil

Hal yang lain, nilai jual produk khusus yang ditawarkan WMUU lebih konstan daripada emiten bidang poultry lainnya. Sekitaran Rp 540,75 miliar, atau 90,46% dari keseluruhan pemasaran WMUU pada kwartal I-2021 dikontribusi oleh pemasaran ayam karkas.

Sementara emiten poultry lainnya, lebih konsentrasi ke pemasaran broiler, day old chicken (DOC) dan pakan. Nilai jual broiler dan DOC lebih berfluktuasi dan sekarang ini sangat tergantung pada program culling yang terus-menerus didorong pemerintahan untuk mengontrol keadaan oversupply.

Tidak seperti broiler dan DOC, harga karkas lebih konstan di range Rp 30.000 per kg. Margin keuntungan yang didapat WMUU juga masih oke bila dipertemukan dengan emiten poultry lain. Data RTI memperlihatkan, gross keuntungan margin (GPM) WMUU di kwartal I-2021 capai 14,03%. Sementara net keuntungan margin (NPM) berada di 6,66%.

Sebagai perbedaan, GPM PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) berada di 11,18% dan NPM di 4,14%. Tetapi WMUU kalah dari JPFA yang punyai GPM 25,92% dan NPM 7,97%.

Tetapi, ya, itu lah. Performa keuangan yang moncer dan prospect yang tetap terlindungi, selama ini tidak cukup meredam harga saham WMUU dari penekanan.

  1. Saham ketekan PPKM Darurat

Investor nampaknya belum percaya diri melakukan investasi di saham emiten poultry. ‘’ Dalam waktu singkat ini, rumor PPKM masih jadi perhatian. Sehingga gerakan saham poultry terbatas,” kata Nashrullah (13/7).

Limitasi aktivitas warga dan kegiatan aktor usaha, khususnya di bidang horeca (hotel, restaurant dan catering) dicemaskan akan tekan konsumsi ayam. Menurut dia, kekuatiran itu tidak seutuhnya tepat. Masalahnya dibandingkan implementasi PSBB pada periode awalnya wabah Covid-19 tahun kemarin, aktor usaha sekarang lebih siap dengan pengembangan.

Misalkan dengan sediakan service delivery order atau take away yang bisa saja bekerja di periode PPKM Genting. Untuk warga Indonesia yang sebagian besar muslim, daging ayam masih jadi sumber protein hewani yang harga dapat dijangkau dibandingkan daging lain seperti sapi.

Catatan khusus, management WMUU masih tetap menjaga prediksi performa keuangan tahun ini. Penghasilan selama setahun 2021 ditarget dapat capai Rp 3,8 triliun. Ini maknanya, akan ada perkembangan sejumlah 233,33% dibandingkan aktualisasi 2020 yang sejumlah Rp 1,14 triliun.

Walau pemerintahan mengaplikasikan Pemerlakukan Limitasi Aktivitas Warga (PPKM) Genting, sasaran itu tidak dikoreksi. Wahyu Andi Susilo, Finance dan HCD Director PT Widodo Makmur Unggas Tbk baru saja ini menyebutkan, keinginan atas produk perseroan selama ini masih lumayan konstan.

Ini disokong jaringan distribusi yang terdiversifikasi secara baik dan bukan hanya tergantung pada kanal tertentu. Dus, lepas dari pemahaman aktor pasar sekarang ini, Nashrullah masih melihat positif saham WMUU.

Demikian pembahasan Mengenai Saham WMUU, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.